Litografi pada proses pembuatan IC seringkali dianalogikan dengan
bintang. Kok bintang? Karena bintang itu kecil.
Litografi adalah teknik untuk memindahkan gambar atau pola desain
suatu chip dari mask (atau master) ke atas wafer. Karena pola yang
akan dicetak hanya berukuran puluhan atau ratusan nanometer (1
nanometer = 1 per sejuta milimeter) makanya seringkali kita harus
meminjam istilah dan teori dalam teknik melihat bintang.
Sebut saja resolusi Rayleigh yang menyatakan bahwa dua buah bintang
yang saling berdekatan akan dapat dibedakan satu sama lain apabila
jarak keduanya lebih dari suatu bilangan yang berbanding lurus dengan
panjang gelombang cahayanya dan berbanding terbalik dengan numerical
aperture lensa penglihatnya.
Jarak terdekat untuk membedakan dua bintang yang saling berdekatan itu
disebut resolusi.
Apabila jaraknya kurang dari resolusi, kedua bintang tersebut akan
terlihat seperti 1 bintang.

Atau dengan kata lain apabila resolusinya semakin kecil, kita akan
dapat melihat lebih banyak bintang.
Kembali kepada litografi, bintang tersebut dapat kita analogikan
sebagai sisi dari suatu pola, misalnya sisi bujur sangkar. Semakin
baik resolusi suatu sistem litografi, maka kita akan dapat membuat
pola dengan jarak yang semakin dekat.
Memperbaiki resolusi sistem litografi
Salah satu pendiri Intel, Gordon Moore, menyatakan bahwa kerapatan
suatu chip akan berlipat ganda setiap 18 bulan.
Hingga saat ini seluruh industri semikonduktor di dunia berusaha keras
agar ia dapat menghasilkan teknologi sejalan dengan ‘hukum Moore’ ini.
Karena tingkat kerapatan suatu chip erat kaitannya dengan resolusi
sistem litografi, tak heran apabila litografi disebut sebagai
penggerak hukum Moore. Atau lebih kerennya lagi litografi merupakan
penggerak kemajuan industri semikonduktor.
Tanpa litografi yang lebih modern, tidak mungkin kita bisa membuat
chip yang makin padat fitur dan kecanggihan yang kita rasakan hingga
kini.
Bagaimana caranya? Saya akan tulis beberapa tekniknya dalam beberapa
post setelah ini.
Dynamic Random Access Memory (DRAMs) merupakan memori utama komputer — komputer saat ini dapat memiliki hingga 8 DRAM chip pada satu papan elektronik (circuit board) untuk memenuhi kebutuhan pengguna. DRAMs dapat menyimpan memori selama ia menerima energi listrik, sehingga apabila komputer dimatikan, memorinya akan terhapus. Pada saat kita memasukkan informasi ke dalam komputer, DRAM akan menyimpan data tersebut hingga data itu disimpan ke dalam disk.
Mikroprosesor (MPUs) merupakan otak dari suatu komputer. Mikroprosesor terdiri dari unit pemroses pusat (central processing unit) dan memori yang dapat diprogram. Mikroposesor inilah yang menginstruksikan apa yang harus dilakukan pada saat komputer berfungsi. Mikroprosesor juga digunakan pada produk elektronik lainnya.
Application Specific Integrated Circuits (ASICs) merupakan semikonduktor yang didesain untuk fungsi yang sangat spesifik dan digunakan pada produk elektronik seperti kamera, sistem airbag mobil, printer, dan lain-lain.
Digital Signal Processors (DSPs) memproses sinyal, seperti gambar dan suara atau pulsa radar. DSP mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, kemudian memperbaiki, mengolah dan/atau memanipulasi sinyal tersebut dengan cepat. DSP digunakan pada telepon genggam, modem kecepatan tinggi, dan produk lainnya.





