<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yasri Yudhistira &#187; litografi</title>
	<atom:link href="http://blog.yasri.net/tag/litografi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.yasri.net</link>
	<description>semikonduktor, pemrograman, hobi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 17:40:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Litografi dan Bintang</title>
		<link>http://blog.yasri.net/2008/01/litografi-dan-bintang/</link>
		<comments>http://blog.yasri.net/2008/01/litografi-dan-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 07:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yasri Yudhistira</dc:creator>
				<category><![CDATA[litografi]]></category>
		<category><![CDATA[proses semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[chip]]></category>
		<category><![CDATA[hukum moore]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yasri.net/2008/01/38/</guid>
		<description><![CDATA[Litografi pada proses pembuatan IC seringkali dianalogikan dengan bintang. Kok bintang? Karena bintang itu kecil. Litografi adalah teknik untuk memindahkan gambar atau pola desain suatu chip dari mask (atau master) ke atas wafer. Karena pola yang akan dicetak hanya berukuran puluhan atau ratusan nanometer (1 nanometer = 1 per sejuta milimeter) makanya seringkali kita harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Litografi pada proses pembuatan IC seringkali dianalogikan dengan<br />
bintang. Kok bintang? Karena bintang itu kecil.</p>
<p>Litografi adalah teknik untuk memindahkan gambar atau pola desain<br />
suatu chip dari mask (atau master) ke atas wafer. Karena pola yang<br />
akan dicetak hanya berukuran puluhan atau ratusan nanometer (1<br />
nanometer = 1 per sejuta milimeter) makanya seringkali kita harus<br />
meminjam istilah dan teori dalam teknik melihat bintang.</p>
<p>Sebut saja resolusi Rayleigh yang menyatakan bahwa dua buah bintang<br />
yang saling berdekatan akan dapat dibedakan satu sama lain apabila<br />
jarak keduanya lebih dari suatu bilangan yang berbanding lurus dengan<br />
panjang gelombang cahayanya dan berbanding terbalik dengan numerical<br />
aperture lensa penglihatnya.</p>
<p>Jarak terdekat untuk membedakan dua bintang yang saling berdekatan itu<br />
disebut resolusi.</p>
<p>Apabila jaraknya kurang dari resolusi, kedua bintang tersebut akan<br />
terlihat seperti 1 bintang.</p>
<p><img border="0" width="450" src="http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/phyopt/imgpho/rayc.gif" height="181" /><img border="0" width="450" src="http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/phyopt/imgpho/rayc.gif" height="181" /></p>
<p>Atau dengan kata lain apabila resolusinya semakin kecil, kita akan<br />
dapat melihat lebih banyak bintang.</p>
<p>Kembali kepada litografi, bintang tersebut dapat kita analogikan<br />
sebagai sisi dari suatu pola, misalnya sisi bujur sangkar. Semakin<br />
baik resolusi suatu sistem litografi, maka kita akan dapat membuat<br />
pola dengan jarak yang semakin dekat.</p>
<p><strong>Memperbaiki resolusi sistem litografi</strong></p>
<p>Salah satu pendiri Intel, Gordon Moore, menyatakan bahwa kerapatan<br />
suatu chip akan berlipat ganda setiap 18 bulan.</p>
<p>Hingga saat ini seluruh industri semikonduktor di dunia berusaha keras<br />
agar ia dapat menghasilkan teknologi sejalan dengan &#8216;hukum Moore&#8217; ini.</p>
<p><a rel="lightbox[pics38]" href="http://blog.yasri.net/wp-content/uploads/2008/01/linewidth-over-time.jpg" title="Perkembangan teknologi semikonduktor"><img width="300" src="http://blog.yasri.net/wp-content/uploads/2008/01/linewidth-over-time.thumbnail.jpg" alt="Perkembangan teknologi semikonduktor" height="185" class="imageframe imgalignleft" /></a></p>
<p>Karena tingkat kerapatan suatu chip erat kaitannya dengan resolusi<br />
sistem litografi, tak heran apabila litografi disebut sebagai<br />
penggerak hukum Moore. Atau lebih kerennya lagi litografi merupakan<br />
penggerak kemajuan industri semikonduktor.</p>
<p>Tanpa litografi yang lebih modern, tidak mungkin kita bisa membuat<br />
chip yang makin padat fitur dan kecanggihan yang kita rasakan hingga<br />
kini.</p>
<p>Bagaimana caranya? Saya akan tulis beberapa tekniknya dalam beberapa<br />
post setelah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yasri.net/2008/01/litografi-dan-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Overlay dan Model</title>
		<link>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay-dan-model/</link>
		<comments>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay-dan-model/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 04:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yasri Yudhistira</dc:creator>
				<category><![CDATA[litografi]]></category>
		<category><![CDATA[proses semikonduktor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yasri.net/2008/01/35/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya terdahulu membahas tentang overlay dan secara garis besar bagaimana chipmaker mampu mengontrol hingga 1 per 10 ribu diameter rambut. Karena ketatnya spesifikasi overlay ini, orang mulai memikirkan bagaimana overlay dapat dimodelkan sehingga alignment dapat dikoreksi dengan lebih akurat. Model yang paling sederhana kita sebut model tingkat nol di mana layer yang akan dicetak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan saya terdahulu membahas tentang overlay dan secara garis besar<br />
bagaimana chipmaker mampu mengontrol hingga 1 per 10 ribu diameter<br />
rambut.</p>
<p>Karena ketatnya spesifikasi overlay ini, orang mulai memikirkan<br />
bagaimana overlay dapat dimodelkan sehingga alignment dapat dikoreksi<br />
dengan lebih akurat.</p>
<p>Model yang paling sederhana kita sebut model tingkat nol di mana layer<br />
yang akan dicetak bergeser secara konstan searah sumbu x dan/atau y.<br />
Koreksi kesalahan dapat sangat mudah dilakukan, yaitu dengan menggeser<br />
wafer ke arah sebaliknya sehingga alignment dengan layer di bawahnya<br />
menjadi sempurna.</p>
<p>Model tingkat berikutnya adalah model linear di mana pergeseran<br />
(misalignment) tergantung dari posisinya. Dalam Bahasa matematika kita<br />
sebut x&#8217;= ax + c di mana x merupakan posisi layer di bawahnya dan x&#8217;<br />
adalah layer yang akan kita cetak. Sama halnya dengan y yang bisa<br />
dimodelkan dengan y&#8217; = by + d.</p>
<p>Contoh sederhana model ini adalah jika terjadi ekspansi atau pemuaian<br />
pada wafer atau mask. Pemuaian sendiri terjadi karena pemrosesan wafer<br />
yang seringkali harus menggunakan suhu tinggi hingga beberapa ratus<br />
derajat celcius.</p>
<p>Walaupun tingkat pemuaiannya hanya sekitar 6 angka di belakang koma,<br />
tetapi mengingat ukuran wafer yang besar (dalam dua atau tiga ratus<br />
milimeter), kesalahan alignment menjadi sangat besar dalam ukuran<br />
nanometer.</p>
<p>Perlu dicatat juga bahwa ekspansi di sumbu x dan y tidak harus selalu<br />
sama. Pada kasus pemuaian biasa perubahan panjang pada sumbu x dan y<br />
selalu sebanding. Tapi ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ekspansi<br />
x dan y tidak merata, misalnya karena layout dan perbedaan<br />
kerapatan/densitas yang tidak merata pada seluruh chip.</p>
<p>Masih pada model linear, ada satu model lagi yang tergantung pada<br />
sumbu lawannya. Misalnya pergeseran x disebabkan oleh y dan<br />
sebaliknya. Dalam ekspresi matematika x&#8217; = ky + t dan y&#8217; = lx + u.</p>
<p>Contohnya adalah rotasi, di mana layer di bawahnya terputar sehingga<br />
tepi chip dengan layer di bawahnya tidak lagi sejajar. Misalnya akibat<br />
chemical and mechanical polishing (CMP).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay-dan-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Overlay</title>
		<link>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay/</link>
		<comments>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 04:20:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yasri Yudhistira</dc:creator>
				<category><![CDATA[litografi]]></category>
		<category><![CDATA[proses semikonduktor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yasri.net/2008/01/32/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang cukup rumit dalam proses litografi adalah overlay, yaitu ukuran seberapa baik satu layer dicetak diatas layer yang lain. Chip tersusun dari beberapa lapis material yang memiliki pola tertentu dan saling terkait satu sama lain. Analogi sederhananya seperti teknik sablon pada baju atau kartu ucapan berwarna. Tukang sablon akan membuat beberapa master [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang cukup rumit dalam proses litografi adalah overlay,<br />
yaitu ukuran seberapa baik satu layer dicetak diatas layer yang lain.</p>
<p>Chip tersusun dari beberapa lapis material yang memiliki pola tertentu<br />
dan saling terkait satu sama lain.</p>
<p>Analogi sederhananya seperti teknik sablon pada baju atau kartu ucapan berwarna.</p>
<p>Tukang sablon akan membuat beberapa master berdasarkan warna. Kemudian<br />
master-master ini dicetak pada baju atau kartu ucapan secara berurutan<br />
hingga semua warna pada desain tercetak.</p>
<p>Pada analogi tukang sablon, mereka harus memastikan bahwa cetakan<br />
setiap master harus simetris tepat di atas cetakan sebelumnya.</p>
<p>Kembali pada proses litografi, ukuran seberapa baik suatu layer<br />
dicetak di atas layer lain disebut overlay.</p>
<p>Chipmaker harus bisa mengontrol overlay hingga satu per 10 ribu<br />
diameter rambut manusia.</p>
<p>Bagaimana caranya? Yaitu dengan optics. Maksudnya bukan sekedar<br />
mikroskop, tapi juga memanfaatkan difraksi untuk membaca tanda<br />
alignment pada wafer dan interferometer untuk mengatur posisi wafer di<br />
bawah lensa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yasri.net/2008/01/overlay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buat software CAD baru?</title>
		<link>http://blog.yasri.net/2007/11/buat-software-cad-baru/</link>
		<comments>http://blog.yasri.net/2007/11/buat-software-cad-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 16:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yasri Yudhistira</dc:creator>
				<category><![CDATA[litografi]]></category>
		<category><![CDATA[pemrograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yasri.net/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang melakukan riset kecil-kecilan untuk melakukan pemetaan, visualisasi dan pengolahan design chip. Kenapa saya tidak pake software komersil aja, gitu aja kok repot? Why invent a new wheel? Ada beberapa alasan: 1. Software komersil terlalu komersil. Kebanyakan vendor menjual software dalam bentuk license baik floating maupun fixed IP. Dan untuk menjamin hanya orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang melakukan riset kecil-kecilan untuk melakukan pemetaan, visualisasi dan pengolahan design chip. Kenapa saya tidak pake software komersil aja, gitu aja kok repot? Why invent a new wheel?</p>
<p>Ada beberapa alasan:</p>
<p>1. Software komersil terlalu komersil. Kebanyakan vendor menjual software dalam bentuk license baik floating maupun fixed IP. Dan untuk menjamin hanya orang yang membutuhkan mendapatkan license, license ini diikat dengan user name, dan ini terlalu restriktif. Bahkan untuk orang yang bekerja di perusahaan yang notabene pembuat chip pun, kadang kala saya tidak kebagian license.</p>
<p>2. Kecepatan pemrosesan, kebutuhan hardware (baik prosesor dan memori) komputer. Saat ini design chip sudah pada generasi 45nm, yang artinya chip berukuran 1 mm x 1 mm bisa memiliki milyaran lubang kontak/via (penguhubung polisilikon dan metal). Ukuran file bisa dengan mudah mencapai orde puluhan GB. Pada umumnya software CAD membaca seluruh isi file dan meletakkan di memori. Komputer kerja pada umumnya tidak memiliki memori sebanyak itu.</p>
<p>3.  Kebutuhan software design chip ini di masa depan semakin kritis, apalagi litografi 45nm ke bawah (mungkin hingga 22nm, hingga litografi dengan panjang gelombang 13.5nm  atau EUV siap) akan semakin bergantung pada litografi komputasi. Misalnya koreksi optik jarak dekat (OPC = optical proximity correction) akibat semakin sulitnya mencetak rangkaian dengan dimensi 45nm dengan menggunakan cahaya biasa. (45nm ini setara dengan 1/200000 diameter rambut, dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dengan pembesaran lebih dari 400 ribu kali)</p>
<p>4. Pemrosesan design chip ini akan semakin meluas penggunaannya, misalnya untuk mengarahkan mesin pengukuran untuk mengukur suatu rangkaian di lokasi tertentu. Secara tradisional (hingga kini) mesin-mesin pengukuran mengandalkan manusia untuk mengarahkan mesin tersebut ke posisi yang diinginkan, kemudian &#8220;mengajarkan&#8221; mesin untuk mengingat koordinat, mengenali lingkungan sekitarnya, sehingga secara otomatis dapat kembali ke tempat tersebut dan melakukan pengukuran secara otomatis.</p>
<p>Tapi perlu diingat bahwa pengenalan pola (pattern)  yang dilakukan manusia adalah sangat lambat, apalagi jika harus mencari suatu struktur di tengah jutaan struktur lain yang serupa. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami.  Apabila lokasi dan pola tersebut dapat diambil dari gambar design chip, dan mesin secara otomatis mengolah design chip ini untuk melakukan pengukuran, hal ini menjadi sangat mudah. Masalahnya pemrosesan harus dilakukan dalam waktu singkat.</p>
<p>5. Kebutuhan untuk melakukan penyuntingan (editing) design secara otomatis.  Kebanyakan vendor sudah dapat melakukan ini, sehingga penggambaran dan penyuntingan design dapat dilakukan lebih reliable dan cepat.</p>
<p>Lalu apa kriteria yang saya inginkan dalam software tersebut :</p>
<p><em>Open source, seluruhnya, dan free untuk digunakan untuk  keperluan apapun, termasuk komersial. Pemrosesan cepat, skalabilitas tinggi. Mampu membaca berbagai macam input, terutatam GDS II dan OASIS. Makro untuk pengolahan secara otomatis.</em></p>
<p>Di dalam pasaran open source sendiri sudah ada beberapa software yang mampu melakukan hal-hal di atas, berikut ini yang pernah saya coba :</p>
<p>1. MAGIC</p>
<p>Software yang dibuat oleh Berkeley, mampu membaca GDSII dan kemudian mengubahnya menjadi format .mag. Kelebihannya adalah software ini selain untuk keperluan gambar, juga dapat melakukan berbagai fungsi design, seperti melakukan pengecekan design, routing otomatis, dan lain-lain. Kelemahannya adalah karena struktur data GDSII harus diubah menjadi suatu bentuk yang menyerupai design, misalnya dalam bentuk polisilikon, kontak, atau metal. Karena lebih mendekati design secara komponen, MAGIC bukan software yang saya cari</p>
<p>2. Electric</p>
<p>Sama seperti MAGIC, Electric merupakan software terintegrasi yang lebih dekat pada design. Selain itu struktur software yang menggunakan Java, membuat seluruh program terasa sangat lambat, apalagi jika harus membuka design yang besarnya ratusan MB. Secara internal Electric juga mengubah gambar geometris (poligon, titik, kotak, dll) menjadi suatu rangkaian yang bermakna secara elektronik, misalnya gate, kontak, dll. Ini bukan software yang saya inginkan</p>
<p>3. LayoutEditor</p>
<p>Dibuat dalam bahasa C++ dengan interface Qt4 membuat software ini sedikit lebih cepat. Secara internal LayoutEditor tidak mengubah gambar geometris menjadi rangkaian elektronik. Ini yang saya cari. Tapi struktur programnya tidak memungkinkan indexing dan pencarian geometris dengan cepat. Setiap poligon atau boks dinyatakan dalam class (tergantung dari bentuknya) yang kemudian dikumpulkan dalam bentuk list. Pencarian dilakukan secara beruntun satu demi satu, dan pengolahan citra dilakukan individual dalam class masing-masing. Dapat ditebak bahwa program ini tidak memiliki skalabilitas untuk pengolahan design lebih dari beberapa ratus MB. Kelebihannya adalah LayoutEditor mendukung makro untuk pengolahan gambar secara otomatis, dengan makro yang menyerupai bahasa C++</p>
<p>4. KLayout</p>
<p>KLayout juga ditulis dalam bahasa C++ dengan interface Qt4, ditambah dengan algoritma elegan, seperti R-tree yang digunakan oleh OpenGIS untuk pemetaan geografis. R-tree adalah struktur data yang sangat efektif untuk pengolahan citra 2 dimensi, karena setiap geometri diletakkan berdasarkan kedekatannya secara geometris dengan geometri yang lain. Dengan cara ini, pencarian data dapat dilakukan dengan cepat. Ini mungkin model yang paling cocok untuk pengolahan citra CAD, bukan hanya untuk design chip, tapi juga untuk design-design lainnya. Kekurangannya, belum ada fasilitas penyuntingan dan makro. Selain itu fasilitas standar lain, seperti pengukuran, snap to edge, juga belum diimplementasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yasri.net/2007/11/buat-software-cad-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

