Yasri Yudhistira

semikonduktor, pemrograman, hobi

Archive for the ‘curhat’ Category

Jan
09

Disneyland dan Bubuy Bulan

Posted by Yasri Yudhistira

Saat saya mendengar lagu Bubuy Bulan diputar di theme park sekelas
Disneyland Hong Kong, perasaan saya bercampur aduk menjadi satu.

Pencurian HAKI lagi? Sulit untuk dipastikan mengingat reputasi Disney
yang sedemikian mendunia, kreativitasnya, dan track recordnya yang
menomor satukan haki untuk karya-karyanya. Tapi siapa yang memiliki
hak cipta lagu Bubuy Bulan?

Bangga karena ternyata lagu Indonesia yang lebih sering saya dengar
saat kondangan ternyata disukai dunia. Tapi berapa orang di Disneyland
tahu kalau lagu ini lagu Indonesia? Dan seberapa besar usaha Disney
untuk memberitahu pengunjungnya bahwa lagu ini berasal dari Indonesia?

Dalam dunia pemrograman khususnya open source, pengakuan hak cipta
seseorang wajib dilakukan meski software tersebut tak berbayar alias
gratis. Caranya dengan mencantumkan penciptanya pada sumber kodenya.

Konsep open source harusnya juga bisa diterapkan pada lagu terutama
lagu daerah dan lagu kebangsaan negara.

Saya pribadi akan merasa sangat bangga apabila lagu Indonesia
digunakan sebagai salah satu theme song di theme park di dunia antah
berantah dengan syarat mereka mengumumkan bahwa lagu tersebut
diturunkan dari lagu daerah di Indonesia.

Apa perlu dibuat semacam situs web kumpulan lagu-lagu daerah Indonesia
supaya semua orang di dunia tahu koleksi budaya kita?

Jan
02

I think i have problem

Posted by Yasri Yudhistira

I really hate to admit that probably my English deteriorates. That’s
why now i write this post in English against my intention to make this
blog purely in bahasa Indonesia.

Today i had series of meetings that require me to talk actively but
somehow I was stucked speechless.

It’s not that my English is perfect nor bad to start with. I had
talked in a few international seminars before so I guess it’s not that
bad, is it?

Anyway, I guess I can trace back on why this probably happens. First
of all, maybe because of this blog that push me to think in Bahasa
again.

Second maybe I talked in Bahasa much more often nowadays after I get
married. Not to blame my wife that she speaks Bahasa but it’s also
because my own wish to speak my mother tongue to my family. I don’t
want my family to forget where they belong to. I observed that some
indonesian family totally speak in English that they can’t speak
Bahasa anymore. I don’t want that to happen to my own family.

My bigger problem to keep my English is the fact that in the next
couple of weeks I’m relocating to Europe. And I got to learn a new
language to survive.

Oh life. So I guess i should start another blog in English, shouldn’t I?