Wordpress memiliki fasilitas feed (asupan) RSS, tapi kadang kala hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Siapa yang salah, RSS providernya atau readernya?
Saya mencoba 2 macam RSS provider Wordpress dan Blogspot, 2 jenis browser pada PC yaitu Internet Explorer dan Mozilla Firefox.
Juga saya coba RSS reader pada 2 model handphone, yaitu Sony Ericsson W850i dan Nokia E51. Keduanya memiliki fasilitas RSS reader internal yang terintegrasi dengan messaging atau browser.
Wordpress di set dengan menggunakan opsi ‘full text’. Opsi ini dapat diset dari menu Option->Reading. Perlu diingat apabila pada salah satu tulisan kita mengandung tag <!– more -> maka opsi ini tidak lagi dipatuhi. Wordpress akan otomatis memotong tulisan lainnya untuk ditampilkan.
Untuk mencegah hal tersebut, saya menginstal plugin Full Text Feed untuk menjamin bahwa semua tulisan pada blog tersebut terkirim full text.
Saya tidak melakukan setting spesial pada Blogspot.
Tampilan pada Firefox
Tampilan RSS Wordpress pada Firefox terpotong walaupun telah di set pada mode full text.
Di bagian atas halaman, Firefox menyajikan pilihan untuk menyimpan alamat feed untuk disimpan pada feed reader di internet seperti Live Bookmarks, Google, Bloglines, atau My Yahoo. Apabila kita buka pada google reader (misalnya), tulisan blog akan tampil utuh seperti aslinya termasuk gambar.
Pemotongan isi blog berlaku untuk berbagai jenis sindikasi, baik RSS, RSS 2.0 ataupun atom. Singkatnya Firefox akan memotong tulisan kita hingga beberapa huruf di muka.
Berbeda dengan Blogspot, Firefox akan menampilkan utuh tulisan blog.
Tampilan pada Internet Explorer
Pada Internet Explorer, pemotongan ‘full-text’ feed pada Wordpress tidak terjadi. Seperti pada Firefox, Blogspot pun tidak memotong konten blog.
Analisa
Termotivasi oleh perbedaan ini, saya mencoba mengoprek lebih jauh dengan melihat feed mentah (raw feed) Wordpress dan Blogspot dan mencoba memahami apa yang menyebabkan Firefox dan IE menginterpretasi feed tersebut secara berbeda.
Wordpress Feed
Secara default, feed Wordpress berbentuk RSS 2.0. Versi ini merupakan versi yang paling banyak dimengerti oleh berbagai macam feed reader ataupun feed browser.
Sementara Blogspot menggunakan RSS dengan namespace Atom. (Bingung? Saya juga bingung) Liat potongan feed di bawah untuk perbedaannya.
Wordpress RSS
<rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>Wordpress Atom
<feed
xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
xml:lang="en"
xml:base="http://blog.yasri.net/wp-atom.php"
>Blogspot RSS dengan namespace Atom
<rss
version="2.0"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/"
>Apa ini yang menyebabkan Firefox gagal membaca ‘full-text’ feed? Ngga juga. Karena Wordpress feed yang berbentuk Atom pun juga terpotong.
Melihat lebih jauh ke dalam XML keduanya, saya menemukan perbedaan menarik, terutama pada bagian “item”
Wordpress Item
<item> <title>...</title> <link>...</link> <comments>...</comments> <pubDate>...</pubDate> <dc:creator>...</dc:creator> <category>...</category> <guid isPermaLink="false">...</guid> <description>beberapa untai kata pendahuluan</description> <content:encoded>seluruh isinya sebetulnya di broadcast ke Wordpress, tapi tidak ditutup dan sengaja tidak ditampilkan oleh Firefox</content:encoded> <wfw:commentRss>...</wfw:commentRss> </item>
Blogspot Item
<item> <guid isPermaLink="false">...</guid> <pubDate>...</pubDate> <atom:updated>...</atom:updated> <title>...</title> <description>Semua isinya ditulis pada deskripsi. Ini sebenarnya kesalahan etika, karena deskripsi seharusnya singkat. Perhatikan tidak ada tag content di sini</description> <link>...</link> <author>...</author> </item>
Ha! ini dia yang saya cari. Trik Blogspot adalah menampilkan seluruh isinya pada description dan mengosongkan content. Cara ini dimaksudkan untuk mengakali RSS feed agar membaca keseluruhan isinya, bukan hanya deskripsinya saja. Tentu cara ini bukan cara yang elegan. Mengapa? Karena tidak semua orang ingin mengambil keseluruhan isinya.
Sementara Wordpress mengikuti kaidah dan etika dengan menampilkan description dan content secara terpisah. Deskripsi hanya berupa potongan awal suatu tulisan, sementara content berisi keseluruhan isi tulisan. Pilihan diberikan kepada RSS reader untuk memilih content mana yang ingin ditampilkan.
Firefox di satu sisi berlaku sangat strict, sementara IE berlaku leluasa. Menurut Firefox, tidak semua orang ingin mendapatkan full content. Hanya yang benar-benar membaca contentnya saja yang akan mengklik link awal untuk membaca keseluruhan content.
Sementara IE memiliki feed reader internal yang dapat menyimpan keseluruhan isi feed tanpa harus mengakses halaman tersebut kembali. Dengan cara ini, mereka berharap pengguna dapat menggunakan IE sebagai offline reader. Pengguna dapat menyimpan beberapa feed untuk dapat dibaca kemudian.
Cara mana yang paling masuk akal? Jawabannya tergantung kita sendiri. Model Firefox tentunya tidak membutuhkan tempat pada harddisk yang cukup banyak, tetapi membutuhkan sambungan internet yang cukup kuat karena setiap kali kita ingin membaca konten, Firefox akan membuka link ke halaman asalnya.
Pada IE, kebalikannya di mana sambungan internet lebih dapat dihemat. Ingat bahwa untuk membuka link di halaman asalnya, berarti Anda juga harus membuka seluruh komponen pada halaman tersebut, bukan cuma isinya. Beberapa tambahan pada halaman tersebut misalnya : Tema (theme) yang mungkin mengandung berbagai gambar pada kepala, kaki, sisi kiri dan kanan, atau bahkan audio dan video.
RSS Reader pada Handphone (Contoh Kasus)
Dari kedua model tersebut, model mana yang paling masuk akal untuk RSS reader pada Handphone? Jawabannya lagi-lagi terserah Anda.
Menurut pendapat saya :
- RSS Handphone harus seperti Firefox. Alasannya straightforward, yaitu untuk menghemat koneksi internet, karena pada umumnya koneksi internet pada handphone ditagih per kilobyte. Pada Nokia E51 dan Sony-Ericsson W850i yang saya punya, keduanya menggunakan prinsip seperti ini
- Ubah blog untuk dapat mendeteksi browser pada handphone. Pada saat pelanggan RSS mengklik “baca seterusnya” pada RSS reader, otomatis handphone akan membuka bowser menuju halaman asal blog. Di halaman asal blog, harus dibuat suatu sistem untuk mendeteksi browser pada handphone, sehingga dapat melayani sesedikit mungkin data kepada pelanggan tersebut
Ide saya itu telah saya terapkan di blog ini. Silakan nyalakan handphone anda dan jadi pelanggan pada http://blog.yasri.net/feed
Untuk Sony Ericsson, Anda dapat mengaktifkannya dari Messages->RSS Feed, sementara pada Nokia S60 seri 3, Anda dapat mengaktifkannya dari Web->Web feeds.
Setelah itu, coba klik salah satu post dan lihat sendiri hasilnya. Tema yang dihasilkan sangat sederhana, cocok untuk aplikasi mobile.
Ada ide lain yang lebih baik?


January 30th, 2008 at 12:51 pm
wah, bingung aku mas yasri.
July 18th, 2008 at 10:04 am
mas Yasri,
Salam kenal. mita izin untuk copy paste.
terima kasih
August 8th, 2008 at 8:22 am
Mas,kok Blog aku ad peringatan bgini singkatnya,”your query is automated by viruses..Bla bla bla..” stlh aq artikan sbisa aq,kayanya blog aq kena virus dan harus hubungin virus cracker.Ktany pihak Google,ga mau usernya kena virus,bla bla bla.. Truz,aq harus gmana d0nk? Liat blog aq bentar d0nk..Bisa dicek gak,ada virus atw gak? Blz k email aq d0nk Mas,please.. Thx b4. indah88yuni@yahoo.co.id atau indah88yuni@gmail.com
August 8th, 2008 at 8:26 am
Oh iya,blog aq http://www.indah88yuni.blogspot.com Apa itu ad hubunganny sma Atom atau RSS?